Kehidupan magis

Aleister Crowley

Kebanyakan orang akan berpikiran tentang fenomena-fenomena supranatural, klenik, ritual-ritual aneh, pesugihan, pelet, dan lain-lain saat membaca judul di atas. Akan tetapi, bagi saya kehidupan magis sangat jauh dari hal-hal demikian.

Pertama-tama, apa itu “magis?” Dalam KBBI, terdapat entri magi dan magis dengan keterangan berikut:

ma·gis a bersifat magi; berkaitan dng hal atau perbuatan magi: tarian yg mengandung nilai magi disebut tarian —

ma·gi n sesuatu atau cara tertentu yg diyakini dapat menimbulkan kekuatan gaib dan dapat menguasai alam sekitar, termasuk alam pikiran dan tingkah laku manusia;
hitam magi yg digunakan untuk tujuan jahat; — putih magi yg digunakan untuk tujuan baik

Perlu kita ingat bahwa definisi di atas dibuat berdasarkan pemaknaan kata magis dalam masyarakat Indonesia. Ini merupakan definisi yang populer dan baku dalam bahasa dan budaya Indonesia, namun bukan berarti kata magis tidak dapat diartikan secara lain.

Sekarang mari kita simak apa pendapat Aleister Crowley mengenai makna kata magis:

“What is a Magical Operation? It may be defined as any event in nature which is brought to pass by Will. We must not exclude potato-growing or banking from our definition. Let us take a very simple example of a Magical Act: that of a man blowing his nose.”

Dengan definisi di atas maka apapun yang terjadi, selama itu dikehendaki, adalah suatu fenomena magis. Ini berarti menjalankan kehidupan seperti apa adanya, tanpa embel-embel mantra, ritual, dan makhluk gaib merupakan suatu tindakan magis. Saat kita bangun pagi, itu magis. Saat kita makan, juga magis. Saat kita berdoa, apalagi!

Bayangkan saat PLN terpaksa melakukan pemadaman bergilir karena pasokan listrik berkurang. Pada suatu malam di hari dan jam yang sudah ditentukan, petugas PLN memadamkan arus listrik di suatu kampung. Ajaib! Satu kampung yang tadinya terang benderang jadi gelap gulita. Lalu penduduk kampung menyadari bahwa listrik padam, dan mulailah muncul beragam reaksi. Ada yang marah dan secara refleks membanting stik PS ke arah layar TV. Ada yang kesal dan mulai mengeluarkan sumpah serapah pada PLN. Ada yang takut gelap dan berdoa supaya lekas terbit terang. Dan ada juga yang mengambil dan menyalakan lilin agar dapat melihat dalam gelap.

Sekarang, coba hitunglah ada berapa banyak fenomena magis yang terjadi di kampung itu!

Tentunya menulis blog ini juga merupakan suatu ritual magis bagi saya, dan seandainya ada yang bertanya bagaimana rasanya menjalankan ritual magis, saya akan sarankan orang itu untuk mendengarkan Brandenburg Concerto No. 4 karya Bach, kemudian menyuruhnya untuk membayangkan bagaimana rasanya mengaransemen semua nada-nada itu, belajar memainkan semua alat musiknya, lalu menjadi konduktor. Enjoy the magic!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s