Kemenyan: benzoin atau frankincense?

Kemenyan adalah salah satu wewangian yang biasanya diperdagangkan dalam bentuk butiran-butiran seperti kristal yang merupakan resin dari pohon tertentu. Kemenyan dapat diolah menjadi parfum atau dibakar untuk mengharumkan ruangan, sebagai sesajen, dan lain-lain.

Meskipun kata kemenyan tidak asing di telinga kita, akan tetapi sebagian besar orang tidak memahami bahwa kata “kemenyan” merupakan istilah yang rancu. Sebenarnya ada berbagai jenis kemenyan, masing-masing berasal dari pohon yang berbeda dan mamiliki aroma yang berbeda-beda pula.

Kemenyan yang lazim dijumpai di Indonesia adalah jenis kemenyan jawa yang merupakan resin dari tanaman Styrax benzoin. Dalam bahasa Inggris, kemenyan jawa dikenal dengan sebutan gum benjamin atau benzoin resin. Selain kemenyan jawa, terdapat juga dua jenis kemenyan lain yang dapat dengan mudah ditemukan di pasaran, yakni kemenyan toba (Styrax sumatrana) dan kemenyan siam (Styrax tokinensis).

Sementara itu, kemenyan yang disebut-sebut dalam Alkitab adalah kemenyan yang merupakan resin tanaman Boswellia sacra. Di Indonesia, kemenyan jenis ini lazim disebut sebagai kemenyan arab. Dalam bahasa Inggris, kemenyan arab dikenal dengan sebutan frankincense atau olibanum. Kemenyan arab lebih langka dan lebih mahal daripada kemenyan jawa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s