Lilith adalah istri Adam?

Beberapa orang menulis bahwa sebelum Hawa, sebenarnya Adam sudah memiliki istri yang bernama Lilith. Menurut desas-desus, cerita tersebut berasal dari Talmud Yahudi. Kira-kira seperti ini ceritanya:

Setelah menciptakan alam semesta, Tuhan pun menciptakan manusia. Ia menciptakan Adam, seorang lelaki, dari tanah. Kemudian Tuhan berfirman, “Tidak baik jika ia hidup sendiri!” Maka setelah itu Tuhan menciptakan seorang wanita dari tanah yang dinamakan Lilith.

Suatu ketika, Adam dan Lilith bertengkar. Llith berkata, “Aku tidak mau berbaring di bawah!” dan Adam membalas, “Aku tidak akan berbaring di bawahmu, aku hanya mau berada di atas! Sebab tempatmu adalah di bawah dan tempatku berada di atas!” Lilith menjawab, “Tapi kita sama-sama diciptakan dari tanah!” Namun Adam tidak mau mendengarkan Lilith. Akhirnya, Lilith dengan kesal menyebut Nama Yang Tidak Boleh Disebut dan pergi meninggalkan Taman Eden.

Adam lalu berdoa, “Wahai Sang Pencipta, wanita yang Engkau ciptakan untukku telah pergi meninggalkan aku!” Mendengar doa Adam, Tuhan kemudian mengirimkan tiga malaikat untuk menjemput Lilith. Ketiga malaikat ini adalah Senoy (סנוי), Sansenoy (סנסנוי), dan Semangelof (סמנגלוף).

Setelah Senoy, Sansenoy, dan Semangelof menemukan Lilith di laut, mereka membujuknya untuk kembali ke Taman Eden dan berbaikan dengan Adam. Akan tetapi Lilith menolak untuk kembali. Ketiga malaikat itu pun berkata, “Jika engkau tidak mau kembali, maka kami terpaksa harus membunuhmu!” Namun Lilith tetap menolak dan bersumpah demi nama Tuhan untuk membunuh bayi-bayi Adam. Sebagai gantinya, ia rela setiap hari 100 anaknya akan mati agar ia tetap hidup. Akirnya Senoy, Sansenoy, dan Semangelof kembali menghadap Tuhan dan melaporkan kejadian ini. Mengetahui hal ini, Tuhan kemudian mengambil salah satu rusuk Adam dan menciptakan wanita yang lain.

Apakah cerita tersebut benar? Sayangnya tidak.

Sebenarnya cerita di atas bukan berasal dari Talmud, melainkan berasal dari sebuah karya berjudul Alfabet Ben Sira. Alfabet Ben Sira bukanlah karya imam Yahudi, melainkan sebuah cerita fiksi bergaya satir yang ditulis pada abad pertengahan.

Cerita Lilith di atas merupakan penjelasan Ben Sira pada Raja Nebuchadnezzar mengenai kepercayaan orang-orang di masa itu terhadap setan bernama Lilith yang menggoda laki-laki di waktu malam, mengganggu wanita hamil, dan membunuh bayi yang baru lahir. Pada masa itu, orang percaya bahwa dengan membawa jimat bertuliskan “Senoy, Sansenoy, Semangelof” maka seseorang akan terlindung dari Lilith.

Apabila kita baca dari awal, sangat jelas bahwa cerita-cerita dalam Alfabet Ben Sira adalah guyonan belaka. Sebagai contoh, dalam karya tersebut dikisahkan bahwa sejak dalam kandungan Ben Sira sudah dapat berbicara dengan ibunya dan tahu siapa ayahnya. Saat usianya satu tahun, ia mampu berdebat dengan gurunya. Saat diajari cara membaca dan menulis, gurunya menyuruh Ben Sira untuk mengulangi nama huruf itu. Akan tetapi Ben Sira malah menjawab dengan ungkapan-ungkapan yang diawali dengan huruf tersebut!

Jadi, sudah jelas bahwa cerita Lilith sebagai istri Adam hanyalah fiksi belaka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s