Apakah Nuklir Sumber Energi Masa Depan?

Selama tiga abad terakhir, manusia telah berhasil mengembangkan industri, ilmu pengetahuan, dan teknologi dengan sangat pesat berkat adanya bahan bakar fosil. Akan tetapi, cadangan bahan bakar fosil terbatas dan saat ini jumlahnya sudah sangat sedikit dibandingkan beberapa dekade yang lalu. Ditambah lagi bahan bakar fosil menciptakan emisi CO2 yang memicu terjadinya perubahan iklim. Hal ini memaksa kita untuk mencari sumber energi yang terbarukan dan ramah lingkungan.

Terdapat berbagai alternatif sumber energi selain bahan bakar fosil seperti sinar matahari, angin, dan arus air. Namun sumber-sumber energi terbarukan ini memiliki beberapa hambatan, salah satunya yakni sumber-sumber energi terbarukan ini tidak dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi dalam jumlah besar secara konstan. Panel surya dan turbin angin mampu untuk menghasilkan energi yang cukup untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi kurang ideal untuk keperluan industri besar. Sebagian orang mengatakan bahwa solusi untuk masalah ini adalah dengan memanfaatkan tenaga nuklir.

Teknologi nuklir yang digunakan untuk menghasilkan energi listrik saat ini adalah fisi nuklir. Sederhananya, fisi nuklir adalah suatu proses dimana atom uranium dibelah menjadi dua. Hasilnya adalah dua atom dengan massa yang apabila dijumlahkan, ternyata lebih kecil dari massa atom awal. Massa yang hilang ini sebenarnya berubah menjai energi nuklir. Sebagian orang berpendapat bahwa energi nuklir itu murah, bersih, dan aman. Akan tetapi hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Pertama, tentang harga. Beberapa pihak menyatakan bahwa biaya operasional rekator nuklir relatif murah. Ditambah lagi karena output energinya besar maka hal ini dapat menutup biaya yang sudah dikeluarkan. Namun jika diteliti, di berbagai negara reaktor nuklir mendapatkan subsidi yang besar dari pemerintah untuk pengoperasiannya. Bahkan di Inggris, British Energy terpaksa di-bail out karena biaya operasional reaktor nuklir. Selain itu, dalam penutupan reaktor fisi nuklir (decommissioning) diperlukan prosedur khusus untuk keamanan. Jika dijumlahkan, biaya untuk pembangunan, operasional, manajemen limbah, dan decommissioning, maka energi nuklir lumayan mahal.

Perbandingan biaya antara nuklir, batu bara, dan gas.

Perbandingan biaya antara nuklir, batu bara, dan gas.

Kedua, mengenai limbah yang dihasilkan. Reaktor fisi nuklir tidak menghasilkan emisi karbon, melainkan limbah radioaktif. Limbah radioaktif mengancam keberlangsungan semua bentuk kehidupan di bumi. Radiasi dari limbah radioaktif dapat bertahan selama 1 juta tahun, dan satu-satunya cara yang ekonomis dan aman dalam jangka panjang untuk mengelola limbah adalah dengan menyimpannya di bawah tanah. Seandainya dibangun lebih banyak reaktor fisi nuklir, bayangkan berapa banyak limbah yang dihasilkan dan mau ditimbun di mana semua limbah itu?

Ketiga, mengenai faktor keamanan. Reaktor nuklir memang dirancang untuk meminimalisir peluang terjadinya kecelakaan, namun seperti yang terjadi dalam insiden Fukushima, peluang terjadinya kecelakaan tetap ada. Kerusakan yang dihasilkan dan biaya yang dikeluarkan untuk menanggulanginya sangat besar.

Selain fisi nuklir, terdapat cara lain untuk memanfaatkan energi nuklir, yakni dengan fusi nuklir. Dengan fusi nuklir, dua nuklei digabungkan menjadi satu nukleus yang memiliki massa yang lebih ringan dari jumlah massa dua nuklei yang ada sebelumnya. Sama seperti fisi, massa yang hilang ini berubah menjadi energi. Dengan fusi, energi yang dihasilkan dapat mencapai sepuluh kali lipat energi yang dihasilkan fisi nuklir. Ditambah lagi, untuk melakukan fusi kita cukup membutuhkan deuterium dan tritium yang dapat diproses dari air. Dengan kata lain, bahan baku dan hasilnya sangat melimpah.

Meski menggiurkan, memanfaatkan energi fusi nuklir sangat sulit, jika tidak mustahil, untuk dilakukan. Untuk penjelasannya, silahkan baca tulisan Tom Murphy tentang fusi nuklir di blog Do the Math. Sederhananya, agar dapat terjadi fusi kita harus menabrakkan proton dengan kecepatan lebih dari 20.000.000 m/s dalam suhu optimal 100.000.000 K. Tentu saja hal ini membutuhkan energi yang sangat banyak, dan selama ini masih belum ditemukan cara untuk menghasilkan energi yang melimpah dari reaksi fusi nuklir.

Fusi nuklir sudah diteliti selama lebih dari 60 tahun, dan hingga sekarang masih diteliti. Penelitian fusi nuklir membutuhkan fasilitas khusus yang memakan banyak tempat dan biaya. Saat ini di Perancis tengah dibangun fasilitas penelitian fusi nuklir ITER yang menelan anggaran lebih dari $20 miliar. Diperkirakan ITER akan dapat menghasilkan energi fusi nuklir pada tahun 2026. Akan tetapi, ITER dibuat sebatas untuk tujuan penelitian. Seandainya ITER dibangun tepat waktu dan eksperimennya berhasil, masih dibutuhkan banyak waktu dan biaya untuk meneliti pembuatan reaktor fusi nuklir untuk tujuan komersial.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s