Melampaui Batasan Diri

Sebagai manusia, setiap orang dari kita memiliki keterbatasan masing-masing. Mungkin, setiap saat kita tidak menyukai batasan-batasan yang kita temui dalam hidup. Belenggu-belenggu yang menjauhkan diri kita dari menikmati hidup. Kita ingin menghancurkan semua belenggu-belenggu itu, benar? Kita ingin bebas!

Tentunya ada belenggu yang tidak dapat dihancurkan begitu saja, seperti belenggu kematian. Namun ada banyak belenggu-belenggu yang dapat kita hancurkan. Jika tidak bisa bela diri, maka belajar bela diri. Tidak bisa melukis ya belajar melukis. Tidak bisa bicara di depan umum, maka belajarlah untuk berbicara di depan umum.

Di sinilah terjadi suatu keanehan, paradoks! Jika ingin menikmati kebebasan, satu-satunya jalan untuk meraihnya adalah dengan disiplin. Dan apakah itu disiplin, jika bukan mengekang diri sendiri? Memaksakan diri sendiri untuk melakukan hal yang perlu, sekalipun itu dibenci? Melarang diri melakukan hal yang disenangi, jikalau itu tidak berguna? Ya, disiplin adalah suatu bentuk pengekangan diri. Mengekang diri sendiri agar bisa bebas!

Kita benci keterbatasan, namun jika kita selalu menghindar dari keterbatasan maka kita tidak akan bisa berkembang. Ibarat batu permata yang hanya akan muncul keindahannya setelah dipoles, demikian juga potensi manusia yang tidak akan bermekaran jika tidak dihadapkan pada keterbatasan.

Di sisi lain, kita juga harus lebih bijaksana dalam mengekang orang lain. Barangkali kekangan kita justru membuatnya semakin buas!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s