Sebagai seorang introvert yang kurang bergaul dan tidak punya banyak teman, aku pernah ditanya,

“Apa kamu tidak kesepian?”

Tidak. Justru sebaliknya.

Kita hidup di dunia yang penuh hingar bingar. Meskipun kita diam sendiri di tengah lautan atau padang pasir, masih ada suara-suara di sekitar kita. Suara binatang, suara angin, suara air, dan juga suara-suara tubuh kita sendiri. Meski kita ini tuli sekalipun, masih ada suara yang dapat kita “dengarkan”.

Pikiran dan perasaan kita tidak pernah tenang. Tidak pernah diam.

Bising

Iklan

Dari Rider-Waite Menuju Marseille

Selama beberapa bulan terakhir aku menggunakan kartu tarot Rider-Waite karena tarot jenis ini yang selalu disarankan untuk pemula. Jenis tarot ini merupakan yang paling umum digunakan di dunia, sehingga sudah banyak buku dan artikel yang membahas bagaimana cara menafsirkan kartunya. Gambar-gambar pada kartu juga cukup jelas menggambarkan gagasan umum dari kartu itu sendiri.

Tarot Rider-Waite sendiri sebenarnya merupakan hasil modifikasi dari kartu-kartu tarot yang sudah ada sebelumnya, seperti Tarot de Marseille. Namun, salah satu perbedaan yang mencolok antara kartu Rider-Waite dengan Tarot de Marseille adalah adanya ilustrasi untuk kartu-kartu arkana minor. Tidak seperti Tarot de Marseille yang hanya menggunakan gambar-gambar dan pola-pola sederhana yang tidak mennggambarkan maksud tertentu. Perancang dari kartu tarot ini adalah E.A. Waite, seorang yang mendalami mistisisme dan hal-hal berbau supranatural melalui tradisi Golden Dawn. Pelukis asli kartu ini, Pamela Colman-Smith, juga merupakan anggota Golden Dawn. Tidak heran jika tarot Rider-Waite dipenuhi simbol-simbol esoterik Golden Dawn.

Dapat kita lihat bahwa di kartu 10 of Pentacles dalam Rider-Waite, koin-koinnya membentuk pola Pohon Kehidupan. Dalam Kabbalah, sephira yang kesepuluh adalah Malkuth dan ia melambangkan hal-hal yang bersifat materiil secara umum. Jika kamu mendalami dan mempraktikkan ajaran-ajaran Golden Dawn maka menggunakan kartu Rider-Waite adalah pilihan yang baik sebab ada banyak simbol-simbol yang dapat dijadikan rujukan. Tapi jika tidak?

Pada awalnya simbol-simbol dan gambar-gambar yang ada pada kartu Raider-Waite cukup membantu dalam menafsirkan hasil “ramalan” yang saya lakukan. Penggambaran dalam arkana minor bisa dibilang sangat gamblang. Tidak perlu buka-buka buku, cukup lihat gambarnya saja dan akan langsung ketahuan apa maksudnya. Akan tetapi setelah aku mulai berpengalaman, sepertinya gambar-gambar yang muncul (terutama dalam arkana minor) justru mengganggu.

Aku butuh simbol-simbol yang lebih fleksibel.

Beberapa hari yang lalu aku temukan bahwa Dr. Yoav Ben-Dov telah merekonstruksi ulang Tarot de Marseille buatan Nicholas Conver dan membagikan gambar satu set tarotnya secara gratis. Saat aku perhatikan, kartu-kartu ini terlihat begitu sederhana, cair, hidup, dan begitu alami. Jika dibandingkan, Rider-Waite terkesan dipaksakan, kaku, dan sangat formal.

Dalam kartu The Magician kita dapat lihat gambar seorang penyihir dengan empat alat magis (pedang, tongkat, cawan, dan perisai) di atas altar. Benda-benda yang ada di altar dan gerak tubuh sang penyihir memiliki makna khusus. Ia mengetahui misteri alam semesta, ia mempengaruhi kekuatan-kekuatan alam semesta, dan ia mengubah impiannya menjadi kenyataan, melalui sihir.

Le Bateleur

CBD Tarot de Marseille oleh Dr. Yoav Ben-Dov, http://www.cbdtarot.com

Akan tetapi, dalam Tarot de Marseille arkana mayor yang pertama ada Le Bateleur. Kartu ini tidak menggambarkan secara spesifik apa yang sedang dilakukan oleh orang yang tergambar. Tapi yang pasti ia sedang melakukan (atau paling tidak merencanakan) sesuatu, apapun itu. Le Bateleur juga menoleh ke sebelah kanannya. Hmm… kira-kira apa yang sedang ia pikirkan?

Konon katanya, kekurangan dari Tarot de Marseille adalah arkana minor yang tanpa ilustrasi khusus, sehingga sulit untuk mengekstrak informasi yang digambarkan melalui kartu. Tidak ada “kamus” yang bisa dijadikan rujukan, jadi mau tidak mau kita hanya bisa mengandalkan pemahaman dan intuisi masing-masing.

Tapi jika dipikir-pikir, “kekurangan” Tarot de Marseille justru bisa dianggap sebagai suatu kelebihan! Jika kita bertujuan untuk mengasah intuisi, tentu saja menggunakan simbol-simbol yang sangat abstrak bisa banyak membantu. Anggap saja seperti tes Rorschach: gambar-gambar itu tidak memiliki makna khusus, tapi kita yang memberikannya makna.

Rasanya sudah tidak sabar untuk segera menggunakan Tarot de Marseille. Tapi sebelumnya, aku harus mencetak kartunya dulu…