Berdoa

Tidak jarang seseorang yang merasa tidak memiliki kuasa kemudian berdoa. Ia berharap agar kekuatan yang ada di luar dirinya mau mengikuti kemauan hatinya. Akan tetapi karena manusia hanya berinteraksi dengan sesama manusia, terkadang si pendoa lupa bahwa yang dia mintai pertolongan bukanlah manusia.

Konon katanya, Yang Maha Kuasa adalah serba bisa (omnipotens) dan kekal abadi (eternal). Sementara itu, manusia tidak serba bisa dan juga tidak kekal. Oleh karena itu, sangat mungkin jika Tuhan dan manusia memiliki persepsi yang berbeda. Bagaimana manusia memandang kehidupannya dan bagaimana ia menanggapinya, dibandingkan dengan bagaimana Tuhan memandang kehidupan manusia dan bagaimana Ia menanggapinya; jelas ada celah yang tidak dapat diisi oleh nalar manusia.

Jika Tuhan memang omnipotens dan eternal, maka sudah pasti Tuhan tidak terbatasi oleh waktu. Jika bagi manusia waktu mengalir lurus, masa lalu sudah lewat dan masa depan masih belum tiba, tentu bagi Tuhan tidaklah demikian.

Karena itu setiap aku berdoa, aku selalu berpikir, “Bagaimana Tuhan memandangku?”. Mengingat bahwa Yang Maha Kuasa tidak dibatasi oleh waktu, aku membayangkan diriku sendiri sejak dilahirkan hingga kemudian mati. Di saat itulah aku justru tersenyum puas dan bahagia. Aku menyadari bahwa aku sudah memiliki semua yang aku butuhkan, dan aku tidak perlu ragu akan masa depan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s