Makna Kartu Minor Tarot de Marseille

Di negara asalnya, Italia dan Perancis, tarot lebih dikenal sebagai alat permainan. Ilustrasi kartu tarot tradisional, salah satunya Tarot de Marseille (TdM), lebih sederhana dan kartu minornya justru mirip dengan kartu remi. Karenanya, “meramal” dengan dek seperti ini agak sulit bagi kebanyakan orang. Hal ini sangat berbeda dengan kartu tarot modern seperti dek Rider-Waite-Smith (RWS) yang populer di Inggris dan Amerika Serikat. Dek RWS memang dirancang untuk digunakan sebagai alat “peramalan” (divination) sehingga memiliki ilustrasi yang detail untuk kartu minornya dengan makna kartu berdasarkan sistem tarot Golden Dawn.

Ada beberapa cara untuk mengekstrak (atau memberikan) makna pada kartu minor TdM dan dek sejenis yang tidak memiliki ilustrasi tentang makna kartu. Sebagian orang menerapkan makna kartu dari RWS terhadap TdM. Sebagian lainnya menerapkan makna sesuai tulisan Etteilla. Sementara itu ada juga cara lain, yakni melalui numerologi dan menafsirkan kesan-kesan visual pada kartu.

Melalui metode numerologi, kita hubungkan makna suatu angka dengan karakteristik dari suit yang ada (pedang, tongkat, cawan, dan koin). Makna empat suit merupakan hal yang cukup umum, namun yang menjadi masalah sekarang adalah apa makna angka-angka 1 sampai 10?

 

Numerologi Barat

Suatu metode yang umum digunakan adalah dengan menggunakan sistem numerologi Barat, yang dikenal juga dengan nama numerologi Pythagoras. Kurang lebih seperti ini sistemnya:

  1. Permulaan, potensi, inspirasi, dorongan.
  2. Keseimbangan, percabangan, pertemanan, persetujuan.
  3. Pertumbuhan, kreatifitas, komunikasi.
  4. Struktur, pondasi, stabilitas.
  5. Ketidakstabilan, gangguan, perubahan.
  6. Harmoni, perasaan empatik, sosialisasi.
  7. Introspeksi, kebijaksanaan.
  8. Gerakan, perubahan, keberhasilan.
  9. Pencapaian, keutuhan.
  10. Akhir dan pembaharuan, dapat juga diartikan sebagai bentuk lain dari angka 1.

Setelah mendapat daftar makna angka, selanjutnya kita tinggal gabungkan dengan makna suit sehingga didapat arti yang utuh:

  • Dua (pertemanan) + cawan (emosi, hubungan sosial) = persahabatan.
  • Tiga (pertumbuhan) + tongkat (kehendak, masa depan) = jalan hidup baru.
  • Empat (stabilitas) + koin (materi) = kondisi finansial stabil atau stagnan.
  • Lima (gangguan) + pedang (kata-kata, hambatan) = cekcok atau adu mulut.

Pada awalnya cara ini terasa masuk akal. Namun berdasarkan pengalaman saya, cara ini kurang cocok untuk diterapkan pada TdM, terutama versi Conver. Saat melakukan pembacaan, menafsirkan arti kartu berdasarkan sistem di atas tidak menghasilkan gambaran yang akurat. Terkadang antara pertanyaan dengan jawaban sama sekali tidak nyambung. Tapi jika kartu yang muncul dibaca sesuai dengan fitur-fitur visualnya (bentuk daun dan bunga) jawabannya justru cocok.

 

Membaca Ornamen Kartu

Dalam dek Conver (dan sebagian besar dek TdM yang lain) kartu minor dengan angka yang sama memiliki cara penggambaran yang berbeda-beda tergantung suit-nya. Sebagai contoh, kartu enam tongkat menunjukkan ornamen bunga yang dibuat lebih meriah dengan daun yang menjalar seperti pita. Sementara itu enam cawan digambarkan tertata rapi namun dipisahkan oleh sesuatu yang berbentuk seperti tombak. Contoh lain adalah kartu delapan koin dan delapan pedang. Dalam kartu delapan koin, ornamen tumbuhan yang ada terlihat sedang tumbuh subur dan bunganya mekar. Akan tetapi pada kartu delapan pedang, ornamen bunganya terlihat seperti dikurung dalam ruang sempit di antara delapan buah pedang.

tarot-comparison

CBD Tarot (c) Yoav Ben-Dov. http://www.cbdtarot.com/

Inkonsistensi seperti ini membuat kita tidak dapat memberi makna yang kaku pada setiap angka. Setiap kartu perlu diartikan masing-masing sesuai konteksnya, tanpa melihat berapa angka yang dimunculkan. Dinamika yang sama dapat juga kita jumpai dalam dek RWS, di mana kartu tiga cawan memiliki arti positif sedangkan tiga pedang mengandung arti negatif.

Menurut Ben Dov (yang dipengaruhi oleh pendapat Jodorowsky) arti kartu tarot dipelajari melalui intuisi, dengan ilustrasi kartu digunakan sebagai petunjuk atau alat bantu. Jadi, kita lihat gambar kartu secara keseluruhan lalu menggunakan detail kartu sebagai analogi untuk menemukan makna. Misalnya dalam kartu sepuluh koin, selain terdapat banyak koin juga terdapat bunga yang mekar beserta daunnya. Hal ini dapat ditafsirkan sebagai kekayaan yang melimpah. Tapi jika kita perhatikan dengan teliti, tujuh koin memiliki titik merah di tengahnya sedangkan yang tiga tidak. Ini bisa diartikan bahwa ada kesenjangan dalam pembagian kekayaan tersebut.

Sisi buruk dari cara ini adalah ketepatan penafsiran sangat bergantung pada intuisi sang pembaca tarot. Bagi pembaca yang kurang intuitif, menggunakan numerologi sebagai acuan mungkin akan lebih bermanfaat. Alternatif lain adalah menggunakan daftar arti kartu yang sudah ada (Etteilla atau RWS).

Sebagai penutup, saya hendak memberi tahu bahwa berdasarkan pengalaman saya selama ini, Tarot de Marseille merupakan tipe tarot yang sangat cair dalam penafsirannya. Tidak ada cara yang pasti untuk mengetahui makna suatu kartu. Hari ini suatu kartu berarti A, besok artinya B. Arti dari masing-masing kartu, baik kartu mayor maupun minor, selalu berubah-ubah tergantung pertanyaan yang diajukan dan posisinya dalam tebaran.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s