Membuat Genmaicha Sendiri

Genmaicha adalah salah satu jenis teh Jepang yang secara historis dikenal sebagai “tehnya orang miskin”. Teh hijau kualitas rendah rasanya sangat sepat dan pahit, sehingga untuk memperbaiki rasanya diperlukan campuran bahan yang lain. Beberapa sumber mengatakan bahwa genmaicha dibuat dengan campuran beras merah atau ketan hitam. Tapi ini tidak masuk akal karena harga beras merah dan ketan hitam justru mahal. Jadi apa bahan tambahan sebenarnya?

Jika kita berpikir seperti orang miskin, tentu jawabannya sangat jelas: nasi sisa.

Sebelumnya saya pernah mencoba membuat genmai dari beras yang disangrai. Aroma dan warnanya sudah cocok, tetapi teksturnya terlalu keras dan tidak larut di air. Kemudian saya coba membuat genmai dari nasi sisa yang dikeringkan lalu disangrai. Ternyata hasilnya cukup memuaskan.

Tentu rasanya tidak akan senikmat genmaicha kualitas tinggi, tetapi jika sudah bosan dengan teh hijau yang itu-itu saja kenapa tidak?

Zodiak Bukan Rasi Bintang

Dalam percakapan sehari-hari, beberapa orang menyebut zodiak sebagai rasi bintang dan rasi bintang sebagai zodiak, karena beranggapan bahwa rasi bintang dan zodiak adalah sama. Ada juga orang yang mengatakan bahwa para astrolog tidak mengerti astronomi, karena posisi zodiak sudah bergeser dan sudah seharusnya dikalibrasi dengan posisi zodiak yang sebenarnya. Sayangnya pandangan bahwa zodiak dan rasi bintang adalah sama adalah tidak benar. Dalam astrologi, zodiak dan rasi bintang adalah dua hal yang berbeda.

Rasi bintang adalah kumpulan bintang di langit yang dapat dibayangkan seperti suatu bentuk atau pola tertentu, disebut juga dengan nama lain “konstelasi”. Contohnya seperti Ursa Major, Orion, Scorpius, Pisces, Draco, Ophiuchus, dan lain-lain. Sedangkan zodiak adalah bagian dari langit yang di dalamnya bisa terdapat rasi bintang atau bisa juga tidak.

zodiac-ptolemaic

Zodiak adalah cara membagi langit, bukan gugusan bintang.

Untuk lebih jelasnya, coba bayangkan tata surya yang geosentris. Susunannya mirip dengan tata surya yang kita tahu, hanya saja tempat Bumi ditukar dengan Matahari. Jadi Bumi berada di tengah dengan benda-benda langit melayang mengitari Bumi. Yang paling dekat adalah Bulan, lalu Merkurius, Venus, Matahari, Mars, Jupiter, Saturnus, dan nun jauh di pinggir ada banyak rasi bintang seperti Aries, Taurus, Gemini, dan lain-lain.

Bisa dibayangkan bahwa Matahari bergerak mengitari Bumi dalam waktu 365 1/4 hari. Selama kurun waktu itu, dari Bumi terlihat bahwa Matahari bergerak dari satu rasi bintang ke rasi bintang selanjutnya, sampai akhirnya kembali ke tempat semula. Bagian langit yang dilewati oleh Matahari ini disebut bidang ekliptik. Sekarang abaikan rasi bintangnya, dan bagilah bidang ekliptik ini menjadi 12 bagian sama besar, masing-masing 30°. Inilah zodiak.

Tapi bagaimana cara membaginya? Titik nol pembagian zodiak berpatokan pada posisi Matahari pada saat equinox musim semi di belahan Bumi Utara, sekitar tanggal 21 Maret. Dimulai dari titik ini, berlawanan arah jarum jam, tandai setiap 30°. Jadi 30° pertama adalah zodiak pertama, 30° kedua adalah zodiak kedua, dan seterusnya.

Sekarang kamu pasti bertanya-tanya. Jika pembagian zodiak mengabaikan posisi rasi bintang, lalu kenapa zodiak memiliki nama rasi bintang? Alasannya, karena pada saat ilmu astrologi mulai dikembangkan oleh bangsa Babilonia, masing-masing zodiak ditempati oleh sebuah rasi bintang. Zodiak pertama ditempati oleh rasi bintang Aries, zodiak kedua ditempati oleh rasi bintang Taurus, dan seterusnya. Akhirnya zodiak dinamai sesuai dengan nama rasi bintang yang menempatinya pada waktu itu.

Setelah ribuan tahun, posisi rasi bintang bergeser dan tidak lagi tepat berada di dalam zodiak. Terjadi perdebatan apakah posisi zodiak juga harus digeser mengikuti pergerakan rasi bintang. Hal ini menyebabkan astrologi terbelah menjadi dua aliran, tropikal dan sidereal. Astrologi tropikal beranggapan bahwa rasi bintang tidak berpengaruh terhadap kehidupan manusia, sehingga posisi zodiak tidak perlu digeser. Sebaliknya astrologi sidereal menganggap bahwa rasi bintang juga berpengaruh, sehingga posisi zodiak perlu disesuaikan dengan posisi rasi bintang yang sebenarnya. Pada akhirnya, astrologi tropikal menjadi aliran astrologi yang dominan di Eropa, sedangkan astrologi sidereal lebih dominan di India.

Belajar dari Mitos

Pada zaman dahulu belum ada tulisan dan buku, jadi semua informasi hanya bisa disampaikan secara lisan lalu dihafal. Supaya mudah dihafal dan menarik untuk dipelajari, informasi-informasi penting dikemas dalam bentuk lagu, puisi, dan cerita. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas kisah Timun Mas dan apa yang dapat kita pelajari dari dongeng yang sangat populer ini.

Alur cerita Timun Mas sangat sederhana. Ada seorang janda yang ingin mempunyai anak. Ia lalu membuat perjanjian dengan Buto Ijo supaya bisa mempunyai anak. Sebagai gantinya, saat anaknya sudah besar nanti anak tersebut akan dijadikan tumbal. Akhirnya si janda dapat memperoleh anak yang berasal dari buah timun, hasil dari menanam biji yang diberikan oleh Buto Ijo. Setelah anaknya sudah besar, sang ibu memohon bantuan petapa sakti untuk melindungi anaknya dari Buto Ijo, sesuai petunjuk dalam mimpi. Dengan menggunakan barang-barang yang diberikan oleh petapa, yakni biji timun, jarum, garam, dan terasi, akhirnya Buto Ijo dapat ditaklukkan.

Satu hal yang sering dilakukan oleh orang-orang modern adalah mengasumsikan bahwa cerita-cerita dongeng dibuat untuk menanamkan sifat-sifat mulia pada anak, tidak lebih dari itu. Tapi dengan asumsi bahwa dongeng merupakan media untuk menyebarkan dan merekam informasi, maka tidak berlebihan jika kita menganggap bahwa cerita Timun Mas mengandung informasi-informasi teknis, terutama yang berhubungan dengan hal gaib. Jadi informasi apa saja yang dapat kita manfaatkan dari cerita ini?

Membuat perjanjian dengan bangsa gaib

Kita bisa lihat bahwa orang yang terganggu keadaan jiwanya tidak bisa berpikir jernih, dan ada makhluk tertentu yang ingin memanfaatkan hal ini. Mbok Rondo, janda yang kesepian, menerima tawaran Buto Ijo untuk merawat seorang anak untuk kemudian ditumbalkan. Meskipun akhirnya ia berubah pikiran, ini merupakan keputusan yang dibuat dengan ceroboh.

Menemukan anak di dalam tanaman ajaib

Sejujurnya saya tidak begitu paham dengan hal ini, tetapi “lansia menemukan anak di dalam tanaman” merupakan motif yang muncul dalam beberapa cerita, contohnya kisah Putri Kaguya dan Momotaro. Sangat menarik. Mungkin suatu saat saya dapat memahami kenapa orang jaman dulu suka sekali cerita-cerita semacam ini.

Mendapat nasihat melalui mimpi

Mimpi bisa menjadi sarana untuk memperoleh pesan dari yang bersifat gaib. Saat kita tidur, alam bawah sadar kita menjadi lebih dominan dan mengakibatkan kita lebih mudah menerima pesan-pesan gaib. Sayangnya mimpi sangat mudah untuk dilupakan, karena itu akan sangat baik jika kita melatih otak kita untuk mengingat isi mimpi.

Melempar biji-bijian

Screen-Shot-2016-02-03-at-9.49.34-am

Dalam berbagai mitos dikatakan biji-bijian dapat menghalau gangguan gaib. Sebagai contoh, tuyul dikatakan akan sibuk menghitung jumlah biji-bijian yang ada didepannya, sehingga lupa untuk mencuri uang. Begitu pula dengan vampir, mereka akan sibuk menghitung sampai-sampai calon mangsanya berhasil kabur. Dalam kisah Timun Mas, sang raksasa sibuk memakan timun yang tumbuh sehingga Timun Mas berhasil kabur. Selain untuk menyibukkan makhluk gaib, melemparkan biji-bijian juga dipercaya dapat mengusir kesialan, contohnya kebiasaan orang Tionghoa jaman dulu melempar beras di depan rumah dan tradisi mamemaki (melempari setan dengan kacang) di Jepang.

Jarum

Dalam berbagai mitologi di dunia, dipercaya bahwa benda-benda tajam dari logam sangat ditakuti oleh makhluk gaib, terutama yang suka mengganggu ibu hamil dan anak-anak. Ada kebiasaan orang jaman dulu menyuruh ibu hamil membawa gunting, tujuannya untuk menakut-nakuti kuntilanak. Selain gunting, paku dan jarum juga bisa digunakan. Di Inggris terdapat kebiasaan untuk menaruh gunting dan jarum di kamar anak balita, tujuannya supaya anak tersebut tidak diganggu oleh bangsa peri ketika tidur.

Garam

Garam dipercaya dapat menetralisir energi-energi negatif. Mandi menggunakan air garam atau air laut dipercaya dapat membersihkan aura. Di Asia Timur, melemparkan garam dipercaya dapat melukai hantu karena garam menyerap energi negatif (Yin) dari hantu. Akan tetapi jika garam digunakan untuk membuat garis di tanah, maka akan terbentuk medan energi yang sulit ditembus makhluk gaib jenis tertentu. Seperti dalam kisah Timun Mas, garamnya berubah menjadi lautan yang sulit disebrangi.

Terasi

Ingat petuah kakek nenek dulu, “Kalau kamu diganggu genderuwo, cepat-cepat bakar terasi!”. Terasi memang hanya ada di Indonesia, tetapi kenyataan bahwa makhluk gaib tidak dapat mentolerir bumbu dan rempah tertentu merupakan sesuatu yang diketahui berbagai bangsa di dunia. Contohnya di India, orang-orang membakar rempah hing (Asafoetida) untuk mengusir makhluk gaib.

Kita bisa lihat bahwa dongeng Timun Mas memiliki berbagai lapisan, selain sebagai sebagai sarana hiburan dan pengajaran nilai moral, kisah ini juga mengajarkan anak-anak cara melindungi diri dari gangguan makhluk halus. Jika ada anak kecil yang diganggu makhluk seram, ia akan ingat cerita bagaimana Timun Mas menaklukkan Buto Ijo. Dengan demikian mereka dapat menjaga diri sendiri saat tidak sedang bersama orang dewasa.

Ada banyak mitos dan legenda yang mengandung pesan-pesan seperti ini. Biasanya mitos dengan pesan-pesan khusus mempunyai analogi dengan kisah dari negara-negara lain yang terpisah jarak dan budaya sangat jauh, seperti cerita Jaka Tarub dengan Swan Maiden. Tinggal apakah kita cukup jeli untuk menangkap maksud orang-orang dahulu membuat cerita-cerita demikian. Ingatlah bahwa leluhur kita adalah orang-orang cerdas, sama cerdasnya dengan kita yang hidup saat ini.

Membuat Minyak Mistik Sendiri

Sangat sulit untuk membedakan antara minyak mistik asli dengan yang palsu, kecuali jika kita datang langsung ke pabriknya. Untuk membuat minyak yang benar-benar asli dibutuhkan minyak atsiri murni. Akan tetapi harga minyak atsiri biasanya mahal,  atau bahkan tidak da yang menjual. Untuk menyiasati kendala tersebut, kita dapat mengekstrak sendiri minyak dari tanaman-tanaman wangi tersebut.

Alat dan bahan:

1. Botol atau toples kaca. Usahakan mulutnya agak lebar dan ukurannya tidak terlalu besar supaya mudah untuk dikocok dengan tangan.

2. Minyak sayur. Bisa menggunakan minyak zaitun, kelapa, atau sawit. Agar tidak cepat basi, sebaiknya minyak ditambahkan dengan vitamin E sebagai antioksidan.

3. Tumbuhan wangi. Dapat berupa serbuk kayu (cendana, kayu manis, gaharu), kelopak bunga (mawar, melati), atau rempah-rempah (cengkeh, serai, safron/jafaron). Untuk ini sebaiknya gunakan yang kering.

Prinsip dasar pembuatannya sangat sederhana. Pertama-tama siapkan bahan tumbuhan wangi yang sudah ditumbuk atau dipotong kecil-kecil. Selanjutnya serbuk/potongan tanaman ini dimasukkan ke dalam botol. Kemudian botol diisi dengan minyak sampai seluruh bagian tanaman terendam minyak. Terakhir kita hanya perlu mengocok botol tersebut setiap hari selama paling tidak satu bulan. Setelah dirasa cukup, minyak tinggal disaring dan dapat langsung digunakan. Jika kurang wangi, cukup ditambahkan bubuk/potongan tanamannya dan ulangi lagi prosesnya.

Untuk mempercepat proses, botol yang sudah berisi minyak dan tanaman dapat direndam di air hangat supaya kandungan minyak tanaman dapat cepat keluar. Pastikan botol selalu tertutup rapat supaya minnyaknya tidak menguap.

[Review] Nippon Kodo: Ka-Fuh Lavender & Aqua

(Update 23 April 2016)

Ka-Fuh merupakan salah satu line dari Nippon Kodo dengan ciri asap yang sedikit dan aroma yang natural.

 

Ka-Fuh Lavender  花風 ラベンダー

Sebuah dupa dengan aroma yang cukup simpel. Lavender dengan nuansa green, seperti wangi daun segar. Sangat cocok untuk meditasi dan relaksasi. Hanya saja aromanya tidak begitu kuat, jadi kurang cocok untuk mengharumkan ruangan. (Sebetulnya aromanya sama kuatnya dengan Aqua, hanya saja mungkin hidung saya kurang mampu menangkap aroma lavender.)

 

Ka-Fuh Aqua  花風 アクア

Konon katanya, dupa ini merupakan yang paling laris dalam seri Ka-Fuh. Berdasarkan teks yang tercetak di boks sampler yang saya terima, Aqua diramu dengan menggunakan minyak atsiri mawar, melati, dan cyclamen. Biasanya saya tidak terlalu suka dengan aroma floral, tetapi setelah menyalakan dupa Aqua ini, saya langsung paham kenapa dupa ini begitu populer.

Aroma yang keluar terasa lembut, not overly sweet, dan terkesan cool & fresh. Aromanya sangat modern dan very user-friendly. Sangat mudah disukai oleh semua kalangan.

Sangat direkomendasikan untuk orang yang tidak menyukai aroma dupa tradisional.

 

[Review] Nippon Kodo Seri Morning Star Green Tea & Kataribe Hinoki

boxes

Dari kiri ke kanan: Kataribe Hinoki, Morning Star Green Tea, serta sampler Ka-Fuh Aqua & Lavender.

 

Setelah mencoba berbagai merk dupa yang beredar di pasaran, saya menyimpulkan bahwa sebagian besar dupa yang diperjualbelikan di Indonesia memiliki mutu yang rendah. Dupanya dibuat dengan serbuk kayu berkualitas buruk dan menggunakan banyak sekali bahan sintetis sehingga aromanya sangat tidak sedap, serta asapnya tebal dan beracun. Oleh karena itu, saya berupaya untuk mencari dupa dengan kualitas yang lebih baik dengan aroma yang lembut dan natural. Berdasarkan beberapa sumber dari internet (salah satunya blog Olfactory Rescue Service) sepertinya dupa yang paling cocok dengan kebutuhan saya adalah dupa Jepang.

Awalnya saya agak ragu apakah di Indonesia ada orang yang menjual dupa impor dari Jepang mengingat popularitas dupa Jepang yang masih kurang, ditambah lagi harganya juga relatif mahal dibanding dupa impor dari India dan Tiongkok. Namun setelah browsing tidak begitu lama, saya menemukan bahwa produsen dupa terbesar di Jepang, Nippon Kodo, mempunyai distributor resmi di Indonesia! Langsung saja saya kunjungi websitenya dan melihat-lihat katalog produk yang tersedia, dan ternyata katalognya lumayan lengkap. Akhirnya saya putuskan untuk memesan dupa seri Kataribe aroma hinoki (cemara Jepang) dan seri Morning Star aroma teh hijau.

 

packaging

Packing lumayan rapi. Boks dupanya dilapis dengan bubble wrap.

 

 


Morning Star  新毎日香  Green Tea

Panjang: ± 12cm; lebar batang dupa ± 2 mm

Berat bersih: ± 50g; isi ± 200 batang

Waktu pembakaran: ± 25 menit

Bonus mini holder

Harga: Rp90.000,00

Morning Star merupakan seri dupa yang dikembangkan oleh Nippon Kodo khusus untuk pasar luar Jepang. Dupa seri ini merupakan dupa untuk dipakai sehari-hari sehingga kualitasnya tidak begitu istimewa. Akan tetapi harganya cukup terjangkau dan ada banyak sekali pilihan aroma (hingga belasan) sehingga dupa seri Morning Star cocok untuk orang yang baru mencoba dupa Jepang untuk keperluan sehari-hari.

Sebelum dibakar, Morning Star Green Tea memiliki aroma matcha (bubuk teh hijau) kering. Saat sedang menyala, dupa ini mengeluarkan aroma yang menyerupai wangi daun teh hijau disangrai. Sangat mirip seperti aroma pabrik teh. Setelah dupanya habis terbakar, asapnya cepat hilang dan meninggalkan aroma teh hijau yang cukup segar.

Saya kurang suka asapnya. Tetapi dengan aroma yang menenangkan, harga yang terjangkau, dan isi yang banyak, dupa ini pantas mendapat pujian.

Rating: 4/5

mini_holder

Bonus mini holder dari Morning Star. Sangat berguna.

 


Kataribe Hinoki  かたりべ ひのき

Panjang: ± 14cm; lebar batang dupa ± 2 mm

Berat bersih: ± 140g; isi ± 300 batang

Waktu pembakaran: ± 25 menit

Asap sangat sedikit

Harga: Rp155.000,00

Menurut produsennya, seri Kataribe dibuat dengan konsep “wangi yang alami” dan “wangi sesuai benda aslinya”. Selain itu, dupa ini juga diklaim mengeluarkan asap yang sedikit. Begitulah katanya, tapi apakah benar demikian?

Saat boksnya dibuka, dapat dicium aroma pohon cemara. Bukan sekedar bau kayu, melainkan seperti satu pohon cemara yang utuh, dari akar hingga daunnya. Aromanya sangat natural, sepertinya dupa ini memang dibuat dari minyak atsiri hinoki.

Setelah dupa dinyalakan, wah, sungguh luar biasa! Asap dupanya memang sedikit sekali, hampir tidak kelihatan. Aromanya sangat lembut dan sejuk. Sama sekali tidak terasa seperti bau bakaran kayu. Setelah dupanya habis, tidak ada timbunan asap. Yang ada hanya aroma cemara yang lembut, sejuk, dan menenangkan; mengingatkan saya akan hutan cemara di pegunungan.

Bisa dibilang bahwa klaim produsen dupa ini memang benar adanya. Jujur, aroma dupa ini meninggalkan kesan yang mendalam di benak saya.

Rating: 5/5

boxes_open

Kondisi dupa sangat baik dan tidak ada yang patah.


 

 

Demikian review kali ini. Bagi yang tertarik untuk membeli dupa Nippon Kodo, silahkan kunjungi website atau Facebook Nippon Kodo Indonesia.