Meditasi Diskursif September 2017

Gambar: Relief dari Kuil Seti I di Abydos. Thoth memberi kehidupan pada Fir’aun Seti. 

Tahukah kamu kalau meditasi diskursif bisa membantu untuk mengingat kehidupan masa lalu? Dalam meditasi diskursif kita merenungkan suatu topik dan mengamati bagaimana pikiran kita ‘mengolah’ topik itu. Setelah pikiran melenceng keluar dari topik meditasi, secara perlahan kita ingat-ingat bagaimana pikiran kita bisa ‘berkelana’ dari topik yang sudah ditentukan hingga sampai kepada kondisi saat ini. Dalam meditasi diskursif tidak perlu ‘memaku’ pikiran pada satu objek. Berubah-ubahnya isi pikiran adalah hal yang wajar dan bukan alasan untuk kesal. Amati dan kembalikan secara perlahan.

caduceus

Meditasi Diskursif Agustus 2017

Meditasi diskursif adalah salah satu teknik meditasi dalam Tradisi Misteri Barat. Tidak seperti meditasi lain yang memfokuskan pikiran pada suatu objek tertentu, dalam meditasi diskursif pikiran dibiarkan bebas bereksplorasi dalam lingkup tema tertentu. Meditasi diskursif bermanfaat untuk “mengungkap” makna yang lebih dalam dari suatu simbol atau perumpamaan. Karena meditasi ini tidak mengutak-atik aliran energi dalam tubuh, meditasi ini sangat aman untuk semua golongan; dapat dipraktikkan kapanpun dan di manapun juga.

 

tumblr_n9umypFSk71slm33xo1_1280

Phanes Protogonos, dewa pencipta alam semesta dalam mitologi Orphik.

Planet dan Geometri

Tidak seperti model heliosentris di mana planet-planet memiliki orbit yang berbentuk elips, dalam model geosentris planet-planet (selain Matahari dan Bulan) memiliki pola orbit yang bisa dibilang agak lucu; ada satu lingkaran besar yang di dalamnya banyak lingkaran kecil. Lingkaran-lingkaran kecil ini (disebut epicycle) membentuk pola geometris yang dapat kita pakai untuk membuat sigil dalam azimat atau lamen untuk ritual.

Gambar milik Jürgen Giesen dari GeoAstro.de 

 

Merkurius

mercuryTri

Orbit Merkurius membentuk pola segitiga, namun beberapa orang lebih suka menggunakan heksagram meskipun sebetulnya heksagram juga bisa digunakan untuk semua planet.

 

Venus

venusPenta

Venus membentuk pola pentagram. Jadi kalau kalian menemukan simbol pentagram bisa jadi itu dimaksudkan sebagai simbol untuk Venus. Contohnya sigil untuk Astaroth dari Ars Goetia bisa diartikan sebagai petunjuk bahwa Astaroth sebenarnya adalah Astarte (meskipun dalam perwujudan yang penuh murka) yang berdasarkan interpretatio romana dianggap sebagai Venus.

220px-Astaroth.svg

 

Mars

marsSepta

Pola heptagram (tujuh sisi).

 

Jupiter

jupiter

Terdapat 11 epicycle dalam orbit Jupiter.

Setelah Jupiter, planet-planet yang lain memiliki radius orbit yang sangat besar sehingga jumlah epicyclenya terlalu banyak (Saturnus saja sudah 28!). Kalau pun kamu mau membuat sigilnya, tentu sangat tidak praktis. Oleh karena itu postingannya cukup sampai di sini, ya?

Zodiak Bukan Rasi Bintang

Dalam percakapan sehari-hari, beberapa orang menyebut zodiak sebagai rasi bintang dan rasi bintang sebagai zodiak, karena beranggapan bahwa rasi bintang dan zodiak adalah sama. Ada juga orang yang mengatakan bahwa para astrolog tidak mengerti astronomi, karena posisi zodiak sudah bergeser dan sudah seharusnya dikalibrasi dengan posisi zodiak yang sebenarnya. Sayangnya pandangan bahwa zodiak dan rasi bintang adalah sama adalah tidak benar. Dalam astrologi, zodiak dan rasi bintang adalah dua hal yang berbeda.

Rasi bintang adalah kumpulan bintang di langit yang dapat dibayangkan seperti suatu bentuk atau pola tertentu, disebut juga dengan nama lain “konstelasi”. Contohnya seperti Ursa Major, Orion, Scorpius, Pisces, Draco, Ophiuchus, dan lain-lain. Sedangkan zodiak adalah bagian dari langit yang di dalamnya bisa terdapat rasi bintang atau bisa juga tidak.

zodiac-ptolemaic

Zodiak adalah cara membagi langit, bukan gugusan bintang.

Untuk lebih jelasnya, coba bayangkan tata surya yang geosentris. Susunannya mirip dengan tata surya yang kita tahu, hanya saja tempat Bumi ditukar dengan Matahari. Jadi Bumi berada di tengah dengan benda-benda langit melayang mengitari Bumi. Yang paling dekat adalah Bulan, lalu Merkurius, Venus, Matahari, Mars, Jupiter, Saturnus, dan nun jauh di pinggir ada banyak rasi bintang seperti Aries, Taurus, Gemini, dan lain-lain.

Bisa dibayangkan bahwa Matahari bergerak mengitari Bumi dalam waktu 365 1/4 hari. Selama kurun waktu itu, dari Bumi terlihat bahwa Matahari bergerak dari satu rasi bintang ke rasi bintang selanjutnya, sampai akhirnya kembali ke tempat semula. Bagian langit yang dilewati oleh Matahari ini disebut bidang ekliptik. Sekarang abaikan rasi bintangnya, dan bagilah bidang ekliptik ini menjadi 12 bagian sama besar, masing-masing 30°. Inilah zodiak.

Tapi bagaimana cara membaginya? Titik nol pembagian zodiak berpatokan pada posisi Matahari pada saat equinox musim semi di belahan Bumi Utara, sekitar tanggal 21 Maret. Dimulai dari titik ini, berlawanan arah jarum jam, tandai setiap 30°. Jadi 30° pertama adalah zodiak pertama, 30° kedua adalah zodiak kedua, dan seterusnya.

Sekarang kamu pasti bertanya-tanya. Jika pembagian zodiak mengabaikan posisi rasi bintang, lalu kenapa zodiak memiliki nama rasi bintang? Alasannya, karena pada saat ilmu astrologi mulai dikembangkan oleh bangsa Babilonia, masing-masing zodiak ditempati oleh sebuah rasi bintang. Zodiak pertama ditempati oleh rasi bintang Aries, zodiak kedua ditempati oleh rasi bintang Taurus, dan seterusnya. Akhirnya zodiak dinamai sesuai dengan nama rasi bintang yang menempatinya pada waktu itu.

Setelah ribuan tahun, posisi rasi bintang bergeser dan tidak lagi tepat berada di dalam zodiak. Terjadi perdebatan apakah posisi zodiak juga harus digeser mengikuti pergerakan rasi bintang. Hal ini menyebabkan astrologi terbelah menjadi dua aliran, tropikal dan sidereal. Astrologi tropikal beranggapan bahwa rasi bintang tidak berpengaruh terhadap kehidupan manusia, sehingga posisi zodiak tidak perlu digeser. Sebaliknya astrologi sidereal menganggap bahwa rasi bintang juga berpengaruh, sehingga posisi zodiak perlu disesuaikan dengan posisi rasi bintang yang sebenarnya. Pada akhirnya, astrologi tropikal menjadi aliran astrologi yang dominan di Eropa, sedangkan astrologi sidereal lebih dominan di India.

Belajar dari Mitos

Pada zaman dahulu belum ada tulisan dan buku, jadi semua informasi hanya bisa disampaikan secara lisan lalu dihafal. Supaya mudah dihafal dan menarik untuk dipelajari, informasi-informasi penting dikemas dalam bentuk lagu, puisi, dan cerita. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas kisah Timun Mas dan apa yang dapat kita pelajari dari dongeng yang sangat populer ini.

Alur cerita Timun Mas sangat sederhana. Ada seorang janda yang ingin mempunyai anak. Ia lalu membuat perjanjian dengan Buto Ijo supaya bisa mempunyai anak. Sebagai gantinya, saat anaknya sudah besar nanti anak tersebut akan dijadikan tumbal. Akhirnya si janda dapat memperoleh anak yang berasal dari buah timun, hasil dari menanam biji yang diberikan oleh Buto Ijo. Setelah anaknya sudah besar, sang ibu memohon bantuan petapa sakti untuk melindungi anaknya dari Buto Ijo, sesuai petunjuk dalam mimpi. Dengan menggunakan barang-barang yang diberikan oleh petapa, yakni biji timun, jarum, garam, dan terasi, akhirnya Buto Ijo dapat ditaklukkan.

Satu hal yang sering dilakukan oleh orang-orang modern adalah mengasumsikan bahwa cerita-cerita dongeng dibuat untuk menanamkan sifat-sifat mulia pada anak, tidak lebih dari itu. Tapi dengan asumsi bahwa dongeng merupakan media untuk menyebarkan dan merekam informasi, maka tidak berlebihan jika kita menganggap bahwa cerita Timun Mas mengandung informasi-informasi teknis, terutama yang berhubungan dengan hal gaib. Jadi informasi apa saja yang dapat kita manfaatkan dari cerita ini?

Membuat perjanjian dengan bangsa gaib

Kita bisa lihat bahwa orang yang terganggu keadaan jiwanya tidak bisa berpikir jernih, dan ada makhluk tertentu yang ingin memanfaatkan hal ini. Mbok Rondo, janda yang kesepian, menerima tawaran Buto Ijo untuk merawat seorang anak untuk kemudian ditumbalkan. Meskipun akhirnya ia berubah pikiran, ini merupakan keputusan yang dibuat dengan ceroboh.

Menemukan anak di dalam tanaman ajaib

Sejujurnya saya tidak begitu paham dengan hal ini, tetapi “lansia menemukan anak di dalam tanaman” merupakan motif yang muncul dalam beberapa cerita, contohnya kisah Putri Kaguya dan Momotaro. Sangat menarik. Mungkin suatu saat saya dapat memahami kenapa orang jaman dulu suka sekali cerita-cerita semacam ini.

Mendapat nasihat melalui mimpi

Mimpi bisa menjadi sarana untuk memperoleh pesan dari yang bersifat gaib. Saat kita tidur, alam bawah sadar kita menjadi lebih dominan dan mengakibatkan kita lebih mudah menerima pesan-pesan gaib. Sayangnya mimpi sangat mudah untuk dilupakan, karena itu akan sangat baik jika kita melatih otak kita untuk mengingat isi mimpi.

Melempar biji-bijian

Screen-Shot-2016-02-03-at-9.49.34-am

Dalam berbagai mitos dikatakan biji-bijian dapat menghalau gangguan gaib. Sebagai contoh, tuyul dikatakan akan sibuk menghitung jumlah biji-bijian yang ada didepannya, sehingga lupa untuk mencuri uang. Begitu pula dengan vampir, mereka akan sibuk menghitung sampai-sampai calon mangsanya berhasil kabur. Dalam kisah Timun Mas, sang raksasa sibuk memakan timun yang tumbuh sehingga Timun Mas berhasil kabur. Selain untuk menyibukkan makhluk gaib, melemparkan biji-bijian juga dipercaya dapat mengusir kesialan, contohnya kebiasaan orang Tionghoa jaman dulu melempar beras di depan rumah dan tradisi mamemaki (melempari setan dengan kacang) di Jepang.

Jarum

Dalam berbagai mitologi di dunia, dipercaya bahwa benda-benda tajam dari logam sangat ditakuti oleh makhluk gaib, terutama yang suka mengganggu ibu hamil dan anak-anak. Ada kebiasaan orang jaman dulu menyuruh ibu hamil membawa gunting, tujuannya untuk menakut-nakuti kuntilanak. Selain gunting, paku dan jarum juga bisa digunakan. Di Inggris terdapat kebiasaan untuk menaruh gunting dan jarum di kamar anak balita, tujuannya supaya anak tersebut tidak diganggu oleh bangsa peri ketika tidur.

Garam

Garam dipercaya dapat menetralisir energi-energi negatif. Mandi menggunakan air garam atau air laut dipercaya dapat membersihkan aura. Di Asia Timur, melemparkan garam dipercaya dapat melukai hantu karena garam menyerap energi negatif (Yin) dari hantu. Akan tetapi jika garam digunakan untuk membuat garis di tanah, maka akan terbentuk medan energi yang sulit ditembus makhluk gaib jenis tertentu. Seperti dalam kisah Timun Mas, garamnya berubah menjadi lautan yang sulit disebrangi.

Terasi

Ingat petuah kakek nenek dulu, “Kalau kamu diganggu genderuwo, cepat-cepat bakar terasi!”. Terasi memang hanya ada di Indonesia, tetapi kenyataan bahwa makhluk gaib tidak dapat mentolerir bumbu dan rempah tertentu merupakan sesuatu yang diketahui berbagai bangsa di dunia. Contohnya di India, orang-orang membakar rempah hing (Asafoetida) untuk mengusir makhluk gaib.

Kita bisa lihat bahwa dongeng Timun Mas memiliki berbagai lapisan, selain sebagai sebagai sarana hiburan dan pengajaran nilai moral, kisah ini juga mengajarkan anak-anak cara melindungi diri dari gangguan makhluk halus. Jika ada anak kecil yang diganggu makhluk seram, ia akan ingat cerita bagaimana Timun Mas menaklukkan Buto Ijo. Dengan demikian mereka dapat menjaga diri sendiri saat tidak sedang bersama orang dewasa.

Ada banyak mitos dan legenda yang mengandung pesan-pesan seperti ini. Biasanya mitos dengan pesan-pesan khusus mempunyai analogi dengan kisah dari negara-negara lain yang terpisah jarak dan budaya sangat jauh, seperti cerita Jaka Tarub dengan Swan Maiden. Tinggal apakah kita cukup jeli untuk menangkap maksud orang-orang dahulu membuat cerita-cerita demikian. Ingatlah bahwa leluhur kita adalah orang-orang cerdas, sama cerdasnya dengan kita yang hidup saat ini.