Membuat Minyak Mistik Sendiri

Sangat sulit untuk membedakan antara minyak mistik asli dengan yang palsu, kecuali jika kita datang langsung ke pabriknya. Untuk membuat minyak yang benar-benar asli dibutuhkan minyak atsiri murni. Akan tetapi harga minyak atsiri biasanya mahal,  atau bahkan tidak da yang menjual. Untuk menyiasati kendala tersebut, kita dapat mengekstrak sendiri minyak dari tanaman-tanaman wangi tersebut.

Alat dan bahan:

1. Botol atau toples kaca. Usahakan mulutnya agak lebar dan ukurannya tidak terlalu besar supaya mudah untuk dikocok dengan tangan.

2. Minyak sayur. Bisa menggunakan minyak zaitun, kelapa, atau sawit. Agar tidak cepat basi, sebaiknya minyak ditambahkan dengan vitamin E sebagai antioksidan.

3. Tumbuhan wangi. Dapat berupa serbuk kayu (cendana, kayu manis, gaharu), kelopak bunga (mawar, melati), atau rempah-rempah (cengkeh, serai, safron/jafaron). Untuk ini sebaiknya gunakan yang kering.

Prinsip dasar pembuatannya sangat sederhana. Pertama-tama siapkan bahan tumbuhan wangi yang sudah ditumbuk atau dipotong kecil-kecil. Selanjutnya serbuk/potongan tanaman ini dimasukkan ke dalam botol. Kemudian botol diisi dengan minyak sampai seluruh bagian tanaman terendam minyak. Terakhir kita hanya perlu mengocok botol tersebut setiap hari selama paling tidak satu bulan. Setelah dirasa cukup, minyak tinggal disaring dan dapat langsung digunakan. Jika kurang wangi, cukup ditambahkan bubuk/potongan tanamannya dan ulangi lagi prosesnya.

Untuk mempercepat proses, botol yang sudah berisi minyak dan tanaman dapat direndam di air hangat supaya kandungan minyak tanaman dapat cepat keluar. Pastikan botol selalu tertutup rapat supaya minnyaknya tidak menguap.

Iklan

[Review] Nippon Kodo: Ka-Fuh Lavender & Aqua

(Update 23 April 2016)

Ka-Fuh merupakan salah satu line dari Nippon Kodo dengan ciri asap yang sedikit dan aroma yang natural.

 

Ka-Fuh Lavender  花風 ラベンダー

Sebuah dupa dengan aroma yang cukup simpel. Lavender dengan nuansa green, seperti wangi daun segar. Sangat cocok untuk meditasi dan relaksasi. Hanya saja aromanya tidak begitu kuat, jadi kurang cocok untuk mengharumkan ruangan. (Sebetulnya aromanya sama kuatnya dengan Aqua, hanya saja mungkin hidung saya kurang mampu menangkap aroma lavender.)

 

Ka-Fuh Aqua  花風 アクア

Konon katanya, dupa ini merupakan yang paling laris dalam seri Ka-Fuh. Berdasarkan teks yang tercetak di boks sampler yang saya terima, Aqua diramu dengan menggunakan minyak atsiri mawar, melati, dan cyclamen. Biasanya saya tidak terlalu suka dengan aroma floral, tetapi setelah menyalakan dupa Aqua ini, saya langsung paham kenapa dupa ini begitu populer.

Aroma yang keluar terasa lembut, not overly sweet, dan terkesan cool & fresh. Aromanya sangat modern dan very user-friendly. Sangat mudah disukai oleh semua kalangan.

Sangat direkomendasikan untuk orang yang tidak menyukai aroma dupa tradisional.

 

[Review] Nippon Kodo Seri Morning Star Green Tea & Kataribe Hinoki

boxes

Dari kiri ke kanan: Kataribe Hinoki, Morning Star Green Tea, serta sampler Ka-Fuh Aqua & Lavender.

 

Setelah mencoba berbagai merk dupa yang beredar di pasaran, saya menyimpulkan bahwa sebagian besar dupa yang diperjualbelikan di Indonesia memiliki mutu yang rendah. Dupanya dibuat dengan serbuk kayu berkualitas buruk dan menggunakan banyak sekali bahan sintetis sehingga aromanya sangat tidak sedap, serta asapnya tebal dan beracun. Oleh karena itu, saya berupaya untuk mencari dupa dengan kualitas yang lebih baik dengan aroma yang lembut dan natural. Berdasarkan beberapa sumber dari internet (salah satunya blog Olfactory Rescue Service) sepertinya dupa yang paling cocok dengan kebutuhan saya adalah dupa Jepang.

Awalnya saya agak ragu apakah di Indonesia ada orang yang menjual dupa impor dari Jepang mengingat popularitas dupa Jepang yang masih kurang, ditambah lagi harganya juga relatif mahal dibanding dupa impor dari India dan Tiongkok. Namun setelah browsing tidak begitu lama, saya menemukan bahwa produsen dupa terbesar di Jepang, Nippon Kodo, mempunyai distributor resmi di Indonesia! Langsung saja saya kunjungi websitenya dan melihat-lihat katalog produk yang tersedia, dan ternyata katalognya lumayan lengkap. Akhirnya saya putuskan untuk memesan dupa seri Kataribe aroma hinoki (cemara Jepang) dan seri Morning Star aroma teh hijau.

 

packaging

Packing lumayan rapi. Boks dupanya dilapis dengan bubble wrap.

 

 


Morning Star  新毎日香  Green Tea

Panjang: ± 12cm; lebar batang dupa ± 2 mm

Berat bersih: ± 50g; isi ± 200 batang

Waktu pembakaran: ± 25 menit

Bonus mini holder

Harga: Rp90.000,00

Morning Star merupakan seri dupa yang dikembangkan oleh Nippon Kodo khusus untuk pasar luar Jepang. Dupa seri ini merupakan dupa untuk dipakai sehari-hari sehingga kualitasnya tidak begitu istimewa. Akan tetapi harganya cukup terjangkau dan ada banyak sekali pilihan aroma (hingga belasan) sehingga dupa seri Morning Star cocok untuk orang yang baru mencoba dupa Jepang untuk keperluan sehari-hari.

Sebelum dibakar, Morning Star Green Tea memiliki aroma matcha (bubuk teh hijau) kering. Saat sedang menyala, dupa ini mengeluarkan aroma yang menyerupai wangi daun teh hijau disangrai. Sangat mirip seperti aroma pabrik teh. Setelah dupanya habis terbakar, asapnya cepat hilang dan meninggalkan aroma teh hijau yang cukup segar.

Saya kurang suka asapnya. Tetapi dengan aroma yang menenangkan, harga yang terjangkau, dan isi yang banyak, dupa ini pantas mendapat pujian.

Rating: 4/5

mini_holder

Bonus mini holder dari Morning Star. Sangat berguna.

 


Kataribe Hinoki  かたりべ ひのき

Panjang: ± 14cm; lebar batang dupa ± 2 mm

Berat bersih: ± 140g; isi ± 300 batang

Waktu pembakaran: ± 25 menit

Asap sangat sedikit

Harga: Rp155.000,00

Menurut produsennya, seri Kataribe dibuat dengan konsep “wangi yang alami” dan “wangi sesuai benda aslinya”. Selain itu, dupa ini juga diklaim mengeluarkan asap yang sedikit. Begitulah katanya, tapi apakah benar demikian?

Saat boksnya dibuka, dapat dicium aroma pohon cemara. Bukan sekedar bau kayu, melainkan seperti satu pohon cemara yang utuh, dari akar hingga daunnya. Aromanya sangat natural, sepertinya dupa ini memang dibuat dari minyak atsiri hinoki.

Setelah dupa dinyalakan, wah, sungguh luar biasa! Asap dupanya memang sedikit sekali, hampir tidak kelihatan. Aromanya sangat lembut dan sejuk. Sama sekali tidak terasa seperti bau bakaran kayu. Setelah dupanya habis, tidak ada timbunan asap. Yang ada hanya aroma cemara yang lembut, sejuk, dan menenangkan; mengingatkan saya akan hutan cemara di pegunungan.

Bisa dibilang bahwa klaim produsen dupa ini memang benar adanya. Jujur, aroma dupa ini meninggalkan kesan yang mendalam di benak saya.

Rating: 5/5

boxes_open

Kondisi dupa sangat baik dan tidak ada yang patah.


 

 

Demikian review kali ini. Bagi yang tertarik untuk membeli dupa Nippon Kodo, silahkan kunjungi website atau Facebook Nippon Kodo Indonesia.

Sebuah Kisah Tentang Fae

Pada zaman dahulu sebelum manusia hidup di bumi, sudah ada makhluk yang biasa disebut fae, fairy, atau orang juga menyebut peri. Mereka tinggal di dalam batu, pohon, gua, danau, gunung, hutan, padang pasir, lautan, dan berbagai tempat lain di bumi. Bentuk mereka beraneka ragam. Ada yang menyerupai binatang, ada yang mirip manusia, ada yang setengah manusia dan setengah binatang, dan ada juga yang tidak mirip manusia maupun binatang. Ukuran mereka juga bermacam-macam. Ada yang ukurannya sangat mungil hingga yang berukuran raksasa. Umur mereka juga sangat panjang, antara ratusan hingga ribuan tahun.

Setelah beberapa waktu berlalu, manusia dan fae mulai hidup berdampingan. Manusia sebagai makhluk yang memiliki tubuh fisik berperan menjaga kelestarian alam dan fauna yang ada di sekitarnya.Secara berkala mereka memberi persembahan pada fae. Sebagai gantinya, fae akan menjaga manusia dari bahaya. Mereka akan memperingatkan jika bencana alam akan datang. Mereka menghalau datangnya binatang-binatang liar yang mengganggu manusia. Mereka menjaga agar panen berlimpah, dan menunjukkan pada manusia tempat bersembunyinya logam mulia dan batu permata.

Musim berganti dan tahun berlalu, manusia pun menjadi tua dan akhirnya mati. Kebiasaan-kebiasaan manusia yang lampau untuk menghormati para fae diteruskan ke generasi selanjutnya. Bagi manusia ini adalah tradisi nenek moyang yang terus menerus dijaga. Akan tetapi bagi fae, waktu seratus tahun berlalu begitu cepat. Mereka tidak sadar bahwa manusia yang dahulu berkawan dengan mereka sudah lama tiada. Ketika para anak, cucu, dan cicit manusia menghadap mereka dengan persembahan-persembahan, yang mereka lihat adalah orang yang sama dengan yang mereka temui ratusan tahun sebelumnya. Antara orang tua dan anak manusia, mereka tidak tahu apa bedanya.

smokestacks

Sayangnya, tidak ada yang kekal di dunia ini. Pada akhirnya manusia-manusia muda tidak lagi mengindahkan apa kata leluhur mereka. Mereka berhenti memberikan persembahan. Mereka menebangi hutan-hutan. Mereka membunuhi binatang tanpa rasa hormat ataupun belas kasihan. Mereka meracuni udara, tanah, dan perairan.

Melihat hal ini para fae merasa dikhianati. Baru sebentar berteman, tiba-tiba manusia sudah ingkar janji. Sebagian besar fae kemudian menyingkir menjauhi peradaban manusia dan tinggal di tempat yang terpencil. Mereka bersembunyi dari manusia, supaya kehidupan mereka tidak diganggu. Namun sebagian dari mereka marah besar terhadap manusia. Mereka menebarkan teror, membuat suara-suara mengerikan di waktu malam, melemparkan benda-benda di rumah manusia, menampakkan diri mereka dalam wujud seram di hadapan manusia, bahkan hingga menyebabkan kegilaan.

Untungnya masih ada fae yang mau berteman dengan manusia. Mereka suka dengan manusia yang mencintai alam dan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Saat manusia-manusia baik hati ini datang mendekati kediaman para fae, mereka sangat senang dan berharap agar manusia yang baik ini hidup bersama mereka. Hidup bersama mereka selamanya, jauh dari manusia-manusia jahat. Karena itulah mereka membisikkan kepada manusia, “Datanglah kemari…”, “Hiduplah bersama kami…”, “Tidurlah di sini…

Jika manusia itu menuruti bisikan-bisikan ini, biasanya mereka ditemukan tewas atau menghilang secara misterius. Roh mereka hidup bersama fae, dan entah apakah mereka bisa kembali lagi atau tidak.

Tentu saja, masih banyak fae yang tinggal bersama manusia, termasuk di kota-kota besar. Seandainya kamu pernah merasa seperti melihat bayangan gelap secara sekilas di rumah, ada kemungkinan bahwa itu adalah fae. Mungkin mereka penasaran denganmu. Mungkin mereka ingin menjagamu atau menunjukkanmu sesuatu. Atau mungkin juga mereka sedang menunggu saat kamu lemah, agar mereka dapat mengacaukan hidupmu.

Berhati-hatilah terhadap mereka.

*Tambahan (13/03/2016)

  • Selain dengan bentuk bayangan, terkadang peri/fae juga muncul dalam bentuk bola api/pendaran cahaya.
  • Terkadang fae juga dapat membuat orang tersesat di gunung dan hutan. Orang yang terjebak dalam ilusi fae akan merasa berjalan ke arah yang benar meskipun sebenarnya mereka berjalan berputar-putar dan tak sadar bahwa mereka sudah pernah melalui jalan yang sama. Cara lain yang digunakan fae adalah dengan menggerakkan anggota tubuh, seperti membuat kaki berjalan sendiri ke arah tertentu.
  • Fae tidak suka dengan benda yang terbuat dari besi, semisal paku, gunting, dan pisau.

Cara Membakar Kemenyan

Seperti yang sudah dibahas pada postingan sebelumnya, sebagian besar dupa yang beredar di pasaran mengandung parfum kimia. Selain dupa bakar, banyak minyak wangi yang dijual di pasaran juga mengandung campuran bahan kimia. Ini berarti bahwa untuk menikmati aroma alami dengan harga terjangkau, pilihan yang ada hanya membakar rempah-rempah dan resin kemenyan (dan memelihara tumbuhan wangi, tapi tidak bisa dinikmati setiap saat).

Incense burning 1

Cara yang umum digunakan untuk menikmati aroma kemenyan adalah dengan dibakar menggunakan arang. Pertama-tama, siapkan sebuah wadah yang tahan api. Wadah bisa terbuat dari logam, tembikar, atau keramik. Untuk mencegah agar wadah pembakaran tidak terlalu panas, wadah dapat diisi dengan abu atau pasir putih. Selanjutnya tentu menambahkan arang panas. Untuk arangnya, terdapat arang khusus yang tidak berbau dan tidak berasap. Arang jenis ini dapat dibeli di toko-toko yang menjual oud dan bukhoor.

Satu poin penting disini adalah arang harus terbakar seluruhnya hingga warnanya merah menyala dan menghasilkan lapisan abu sebelum digunakan untuk membakar kemenyan. Jika arang belum terbakar seluruhnya, bisa dipastikan bara apinya akan cepat sekali padam. Terutama jika kemudian ditambahkan kemenyan di atasnya, bisa jadi bara apinya akan langsung padam seketika.

Setelah arang panas disimpan di wadah pembakaran, sudah saatnya untuk menambahkan kemenyan. Butiran resin kemenyan dapat langsung ditambahkan di atas arang atau ditumbuk dahulu. Untuk memudahkan penakaran, disarankan untuk menumbuk kemenyan terlebih dahulu. Selanjutnya jika kemenyan ditabur langsung di atas arang, maka akan dihasilkan asap yang tebal dan bau yang menyengat. Hal ini disebabkan oleh resin yang langsung terbakar saat menyentuh bara api. Untuk menghindari hal ini, kemenyan dapat ditaruh di samping arang, atau menaruh alumunium foil di atas arang lalu menaruh kemenyan di atas lapisan alumunium foil ini. Dengan kedua cara ini, minyak atsiri yang terkandung di dalam kemenyan akan menguap secara perlahan tanpa terlalu banyak membakar resin sehingga aromanya akan lebih segar.

55211m_m_l

Cara lain untuk menikmati aroma kemenyan tanpa menggunakan arang adalah dengan oil burner yang biasa digunakan untuk memanaskan minyak atsiri (essential oil). Bentuknya menyerupai tungku dengan ruang kecil untuk menaruh lilin. Dengan cara ini, kita cukup menyalakan lilin dan menabur serbuk kemenyan di bagian atas burner.

Kekurangannya, kemenyan tidak bisa dipanaskan terlalu lama karena lilinnya akan cepat mencair. Nyala api lilin juga akan membentuk jelaga yang jika tidak dibersihkan dapat mengotori meja dan lantai. Selain itu sisa resin yang tidak menguap akan mengeras dan membentuk lapisan yang harus dibersihkan.

Meskipun begitu, memanaskan kemenyan dengan oil burner menghasilkan aroma yang jernih dan konsisten. Itulah sebabnya saya lebih menyukai cara ini, meskipun membersihkan sisa resin dan jelaganya agak repot.

Dupa Alami dan Dupa Sintetis: Kenali Perbedaannya!

Dewasa ini, ada banyak sekali jenis dan merek dupa yang beredar di pasaran. Namun tidak banyak orang yang tahu bahwa sebagian besar dupa yang dijual di toko-toko adalah dupa sintetis atau yang terbuat dari bahan kimia. Bagi orang yang ingin menggunakan dupa sekedar untuk mengharumkan ruangan tentu tidak masalah. Tapi untuk keperluan religius, magis, dan terapi, menggunakan dupa alami berkualitas tinggi merupakan hal yang penting. Masalahnya adalah sebagian besar produsen dupa tidak mencantumkan apakah dupa buatannya 100% alami atau mengandung zat kimia. Karena itu kita sebagai konsumen harus lebih jeli dalam memilih produk yang akan dibeli. Berikut ini adalah beberapa ciri pembeda antara dupa alami dan dupa sintetis.

 

Bahan dan Proses Pembuatan

Aroma dupa alami berasal dari resin, minyak atsiri, serta serbuk tanaman-tanaman yang harum. Bahan-bahan ini dicampurkan ke dalam komponen utama dupa dan wanginya akan keluar saat dupa dibakar.

Aroma dupa sintetis berasal dari parfum kimia. Biasanya dupa sintetis dicelupkan ke dalam atau disemprot dengan parfum kimia.

Perlu diingat bahwa dupa yang dibuat dengan tangan bukan jaminan bahwa dupa tersebut berbahan dasar alami.

 

Aroma Dupa

Dupa alami wanginya lembut, kecuali untuk beberapa jenis tertentu.

Dupa sintetis aromanya sangat menyengat. Bila dihirup terlalu banyak dapat menimbulkan pusing-pusing.

 

Warna Dupa

Dupa alami memiliki warna yang agak pucat dan terkadang juga ada bercak-bercaknya.

Dupa sintetis memiliki warna yang mencolok dan sangat pekat. Sebagian besar hio sembahyang yang berwarna merah mengandung pewangi dan pewarna sintetis.

 

Harga Dupa

Sudah pasti harga dupa alami lebih mahal dari dupa sintetis.

 

“Di kemasan dupa yang dijual di toko terdapat tulisan ‘nature’ atau ‘natural’. Apakah artinya dupa ini dupa alami?”

Belum tentu. Tulisan ‘natural’ pada kemasan dupa maksudnya adalah dupa tersebut mempunyai aroma alam (aroma kayu dan bunga). Bukan berarti bahannya 100% alami. Sebagai contoh ada banyak sekali dupa yang beraroma cendana. Labelnya “natural”. Tapi coba bayangkan, cendana adalah jenis kayu langka yang mahal harganya. Mana mungkin semua dupa di pasaran menggunakan cendana asli?

 

Demikian postingan kali ini, semoga bermanfaat.