Planet dan Geometri

Tidak seperti model heliosentris di mana planet-planet memiliki orbit yang berbentuk elips, dalam model geosentris planet-planet (selain Matahari dan Bulan) memiliki pola orbit yang bisa dibilang agak lucu; ada satu lingkaran besar yang di dalamnya banyak lingkaran kecil. Lingkaran-lingkaran kecil ini (disebut epicycle) membentuk pola geometris yang dapat kita pakai untuk membuat sigil dalam azimat atau lamen untuk ritual.

Gambar milik Jürgen Giesen dari GeoAstro.de 

 

Merkurius

mercuryTri

Orbit Merkurius membentuk pola segitiga, namun beberapa orang lebih suka menggunakan heksagram meskipun sebetulnya heksagram juga bisa digunakan untuk semua planet.

 

Venus

venusPenta

Venus membentuk pola pentagram. Jadi kalau kalian menemukan simbol pentagram bisa jadi itu dimaksudkan sebagai simbol untuk Venus. Contohnya sigil untuk Astaroth dari Ars Goetia bisa diartikan sebagai petunjuk bahwa Astaroth sebenarnya adalah Astarte (meskipun dalam perwujudan yang penuh murka) yang berdasarkan interpretatio romana dianggap sebagai Venus.

220px-Astaroth.svg

 

Mars

marsSepta

Pola heptagram (tujuh sisi).

 

Jupiter

jupiter

Terdapat 11 epicycle dalam orbit Jupiter.

Setelah Jupiter, planet-planet yang lain memiliki radius orbit yang sangat besar sehingga jumlah epicyclenya terlalu banyak (Saturnus saja sudah 28!). Kalau pun kamu mau membuat sigilnya, tentu sangat tidak praktis. Oleh karena itu postingannya cukup sampai di sini, ya?

Iklan

Zodiak Bukan Rasi Bintang

Dalam percakapan sehari-hari, beberapa orang menyebut zodiak sebagai rasi bintang dan rasi bintang sebagai zodiak, karena beranggapan bahwa rasi bintang dan zodiak adalah sama. Ada juga orang yang mengatakan bahwa para astrolog tidak mengerti astronomi, karena posisi zodiak sudah bergeser dan sudah seharusnya dikalibrasi dengan posisi zodiak yang sebenarnya. Sayangnya pandangan bahwa zodiak dan rasi bintang adalah sama adalah tidak benar. Dalam astrologi, zodiak dan rasi bintang adalah dua hal yang berbeda.

Rasi bintang adalah kumpulan bintang di langit yang dapat dibayangkan seperti suatu bentuk atau pola tertentu, disebut juga dengan nama lain “konstelasi”. Contohnya seperti Ursa Major, Orion, Scorpius, Pisces, Draco, Ophiuchus, dan lain-lain. Sedangkan zodiak adalah bagian dari langit yang di dalamnya bisa terdapat rasi bintang atau bisa juga tidak.

zodiac-ptolemaic

Zodiak adalah cara membagi langit, bukan gugusan bintang.

Untuk lebih jelasnya, coba bayangkan tata surya yang geosentris. Susunannya mirip dengan tata surya yang kita tahu, hanya saja tempat Bumi ditukar dengan Matahari. Jadi Bumi berada di tengah dengan benda-benda langit melayang mengitari Bumi. Yang paling dekat adalah Bulan, lalu Merkurius, Venus, Matahari, Mars, Jupiter, Saturnus, dan nun jauh di pinggir ada banyak rasi bintang seperti Aries, Taurus, Gemini, dan lain-lain.

Bisa dibayangkan bahwa Matahari bergerak mengitari Bumi dalam waktu 365 1/4 hari. Selama kurun waktu itu, dari Bumi terlihat bahwa Matahari bergerak dari satu rasi bintang ke rasi bintang selanjutnya, sampai akhirnya kembali ke tempat semula. Bagian langit yang dilewati oleh Matahari ini disebut bidang ekliptik. Sekarang abaikan rasi bintangnya, dan bagilah bidang ekliptik ini menjadi 12 bagian sama besar, masing-masing 30°. Inilah zodiak.

Tapi bagaimana cara membaginya? Titik nol pembagian zodiak berpatokan pada posisi Matahari pada saat equinox musim semi di belahan Bumi Utara, sekitar tanggal 21 Maret. Dimulai dari titik ini, berlawanan arah jarum jam, tandai setiap 30°. Jadi 30° pertama adalah zodiak pertama, 30° kedua adalah zodiak kedua, dan seterusnya.

Sekarang kamu pasti bertanya-tanya. Jika pembagian zodiak mengabaikan posisi rasi bintang, lalu kenapa zodiak memiliki nama rasi bintang? Alasannya, karena pada saat ilmu astrologi mulai dikembangkan oleh bangsa Babilonia, masing-masing zodiak ditempati oleh sebuah rasi bintang. Zodiak pertama ditempati oleh rasi bintang Aries, zodiak kedua ditempati oleh rasi bintang Taurus, dan seterusnya. Akhirnya zodiak dinamai sesuai dengan nama rasi bintang yang menempatinya pada waktu itu.

Setelah ribuan tahun, posisi rasi bintang bergeser dan tidak lagi tepat berada di dalam zodiak. Terjadi perdebatan apakah posisi zodiak juga harus digeser mengikuti pergerakan rasi bintang. Hal ini menyebabkan astrologi terbelah menjadi dua aliran, tropikal dan sidereal. Astrologi tropikal beranggapan bahwa rasi bintang tidak berpengaruh terhadap kehidupan manusia, sehingga posisi zodiak tidak perlu digeser. Sebaliknya astrologi sidereal menganggap bahwa rasi bintang juga berpengaruh, sehingga posisi zodiak perlu disesuaikan dengan posisi rasi bintang yang sebenarnya. Pada akhirnya, astrologi tropikal menjadi aliran astrologi yang dominan di Eropa, sedangkan astrologi sidereal lebih dominan di India.