Memaknai demon dalam grimmoire

Dewasa ini, kata demon memiliki konotasi yang negatif; demon sering dipersepsikan sebagai makhluk gaib jahat yang ingin menjauhkan manusia dari Tuhan. Namun, apakah benar demikian?

Kata demon dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Latin daemon dan bahasa Yunani daimon.

Dalam mitologi Yunani, kata daimon merujuk kepada berbagai macam makhluk gaib yang dikenal manusia. Karena itulah, daimon memiliki sifat yang bermacam-macam dan bertempat tinggal di berbagai tempat. Sebagian daimon bersikap ramah dan suka menolong manusia. Sebagai contoh, beberapa daimon ada yang hidup di kebun anggur dan memiliki kekuatan gaib yang membuat hasil panen melimpah. Ada juga daimon yang bertugas untuk melindungi dan membimbing manusia, seperti daimon dalam kisah perjalanan arwah Er yang diceritakan oleh Plato dalam Politeia. Daimon yang bersifat baik disebut agathos daimon. Sementara itu, ada juga daimon yang tidak ramah terhadap manusia yang disebut sebagai kakodaimon.

Setelah ajaran Kristen berkembang di Eropa, barulah daimon dianggap sebagai makhluk yang mamiliki sifat jahat. Dalam perspektif Kristen, karena daimon bertempat di bumi dan bukan malaikat Tuhan, maka daimon adalah makhluk bawahan Setan. Meskipun ada daimon yang bersifat baik, hal ini dipersepsikan sebagai tipuan yang mengarah kepada penyembahan berhala. Lama kelamaan, kata ‘demon’ menjadi sinonim dengan dengan kata setan. Karena itu dewa-dewi yang dipuja oleh berbagai bangsa juga disebut sebagai demon, seperti Baal dan Astaroth.

Oleh karenanya, kita harus jeli dalam menyikapi kata demon dalam berbagai grimmoire yang ditulis setelah kristenisasi Eropa.

Iklan