[Review] Nippon Kodo Seri Morning Star Green Tea & Kataribe Hinoki

boxes

Dari kiri ke kanan: Kataribe Hinoki, Morning Star Green Tea, serta sampler Ka-Fuh Aqua & Lavender.

 

Setelah mencoba berbagai merk dupa yang beredar di pasaran, saya menyimpulkan bahwa sebagian besar dupa yang diperjualbelikan di Indonesia memiliki mutu yang rendah. Dupanya dibuat dengan serbuk kayu berkualitas buruk dan menggunakan banyak sekali bahan sintetis sehingga aromanya sangat tidak sedap, serta asapnya tebal dan beracun. Oleh karena itu, saya berupaya untuk mencari dupa dengan kualitas yang lebih baik dengan aroma yang lembut dan natural. Berdasarkan beberapa sumber dari internet (salah satunya blog Olfactory Rescue Service) sepertinya dupa yang paling cocok dengan kebutuhan saya adalah dupa Jepang.

Awalnya saya agak ragu apakah di Indonesia ada orang yang menjual dupa impor dari Jepang mengingat popularitas dupa Jepang yang masih kurang, ditambah lagi harganya juga relatif mahal dibanding dupa impor dari India dan Tiongkok. Namun setelah browsing tidak begitu lama, saya menemukan bahwa produsen dupa terbesar di Jepang, Nippon Kodo, mempunyai distributor resmi di Indonesia! Langsung saja saya kunjungi websitenya dan melihat-lihat katalog produk yang tersedia, dan ternyata katalognya lumayan lengkap. Akhirnya saya putuskan untuk memesan dupa seri Kataribe aroma hinoki (cemara Jepang) dan seri Morning Star aroma teh hijau.

 

packaging

Packing lumayan rapi. Boks dupanya dilapis dengan bubble wrap.

 

 


Morning Star  新毎日香  Green Tea

Panjang: ± 12cm; lebar batang dupa ± 2 mm

Berat bersih: ± 50g; isi ± 200 batang

Waktu pembakaran: ± 25 menit

Bonus mini holder

Harga: Rp90.000,00

Morning Star merupakan seri dupa yang dikembangkan oleh Nippon Kodo khusus untuk pasar luar Jepang. Dupa seri ini merupakan dupa untuk dipakai sehari-hari sehingga kualitasnya tidak begitu istimewa. Akan tetapi harganya cukup terjangkau dan ada banyak sekali pilihan aroma (hingga belasan) sehingga dupa seri Morning Star cocok untuk orang yang baru mencoba dupa Jepang untuk keperluan sehari-hari.

Sebelum dibakar, Morning Star Green Tea memiliki aroma matcha (bubuk teh hijau) kering. Saat sedang menyala, dupa ini mengeluarkan aroma yang menyerupai wangi daun teh hijau disangrai. Sangat mirip seperti aroma pabrik teh. Setelah dupanya habis terbakar, asapnya cepat hilang dan meninggalkan aroma teh hijau yang cukup segar.

Saya kurang suka asapnya. Tetapi dengan aroma yang menenangkan, harga yang terjangkau, dan isi yang banyak, dupa ini pantas mendapat pujian.

Rating: 4/5

mini_holder

Bonus mini holder dari Morning Star. Sangat berguna.

 


Kataribe Hinoki  かたりべ ひのき

Panjang: ± 14cm; lebar batang dupa ± 2 mm

Berat bersih: ± 140g; isi ± 300 batang

Waktu pembakaran: ± 25 menit

Asap sangat sedikit

Harga: Rp155.000,00

Menurut produsennya, seri Kataribe dibuat dengan konsep “wangi yang alami” dan “wangi sesuai benda aslinya”. Selain itu, dupa ini juga diklaim mengeluarkan asap yang sedikit. Begitulah katanya, tapi apakah benar demikian?

Saat boksnya dibuka, dapat dicium aroma pohon cemara. Bukan sekedar bau kayu, melainkan seperti satu pohon cemara yang utuh, dari akar hingga daunnya. Aromanya sangat natural, sepertinya dupa ini memang dibuat dari minyak atsiri hinoki.

Setelah dupa dinyalakan, wah, sungguh luar biasa! Asap dupanya memang sedikit sekali, hampir tidak kelihatan. Aromanya sangat lembut dan sejuk. Sama sekali tidak terasa seperti bau bakaran kayu. Setelah dupanya habis, tidak ada timbunan asap. Yang ada hanya aroma cemara yang lembut, sejuk, dan menenangkan; mengingatkan saya akan hutan cemara di pegunungan.

Bisa dibilang bahwa klaim produsen dupa ini memang benar adanya. Jujur, aroma dupa ini meninggalkan kesan yang mendalam di benak saya.

Rating: 5/5

boxes_open

Kondisi dupa sangat baik dan tidak ada yang patah.


 

 

Demikian review kali ini. Bagi yang tertarik untuk membeli dupa Nippon Kodo, silahkan kunjungi website atau Facebook Nippon Kodo Indonesia.

Iklan

Dupa Alami dan Dupa Sintetis: Kenali Perbedaannya!

Dewasa ini, ada banyak sekali jenis dan merek dupa yang beredar di pasaran. Namun tidak banyak orang yang tahu bahwa sebagian besar dupa yang dijual di toko-toko adalah dupa sintetis atau yang terbuat dari bahan kimia. Bagi orang yang ingin menggunakan dupa sekedar untuk mengharumkan ruangan tentu tidak masalah. Tapi untuk keperluan religius, magis, dan terapi, menggunakan dupa alami berkualitas tinggi merupakan hal yang penting. Masalahnya adalah sebagian besar produsen dupa tidak mencantumkan apakah dupa buatannya 100% alami atau mengandung zat kimia. Karena itu kita sebagai konsumen harus lebih jeli dalam memilih produk yang akan dibeli. Berikut ini adalah beberapa ciri pembeda antara dupa alami dan dupa sintetis.

 

Bahan dan Proses Pembuatan

Aroma dupa alami berasal dari resin, minyak atsiri, serta serbuk tanaman-tanaman yang harum. Bahan-bahan ini dicampurkan ke dalam komponen utama dupa dan wanginya akan keluar saat dupa dibakar.

Aroma dupa sintetis berasal dari parfum kimia. Biasanya dupa sintetis dicelupkan ke dalam atau disemprot dengan parfum kimia.

Perlu diingat bahwa dupa yang dibuat dengan tangan bukan jaminan bahwa dupa tersebut berbahan dasar alami.

 

Aroma Dupa

Dupa alami wanginya lembut, kecuali untuk beberapa jenis tertentu.

Dupa sintetis aromanya sangat menyengat. Bila dihirup terlalu banyak dapat menimbulkan pusing-pusing.

 

Warna Dupa

Dupa alami memiliki warna yang agak pucat dan terkadang juga ada bercak-bercaknya.

Dupa sintetis memiliki warna yang mencolok dan sangat pekat. Sebagian besar hio sembahyang yang berwarna merah mengandung pewangi dan pewarna sintetis.

 

Harga Dupa

Sudah pasti harga dupa alami lebih mahal dari dupa sintetis.

 

“Di kemasan dupa yang dijual di toko terdapat tulisan ‘nature’ atau ‘natural’. Apakah artinya dupa ini dupa alami?”

Belum tentu. Tulisan ‘natural’ pada kemasan dupa maksudnya adalah dupa tersebut mempunyai aroma alam (aroma kayu dan bunga). Bukan berarti bahannya 100% alami. Sebagai contoh ada banyak sekali dupa yang beraroma cendana. Labelnya “natural”. Tapi coba bayangkan, cendana adalah jenis kayu langka yang mahal harganya. Mana mungkin semua dupa di pasaran menggunakan cendana asli?

 

Demikian postingan kali ini, semoga bermanfaat.