Meditasi Diskursif September 2017

Gambar: Relief dari Kuil Seti I di Abydos. Thoth memberi kehidupan pada Fir’aun Seti. 

Tahukah kamu kalau meditasi diskursif bisa membantu untuk mengingat kehidupan masa lalu? Dalam meditasi diskursif kita merenungkan suatu topik dan mengamati bagaimana pikiran kita ‘mengolah’ topik itu. Setelah pikiran melenceng keluar dari topik meditasi, secara perlahan kita ingat-ingat bagaimana pikiran kita bisa ‘berkelana’ dari topik yang sudah ditentukan hingga sampai kepada kondisi saat ini. Dalam meditasi diskursif tidak perlu ‘memaku’ pikiran pada satu objek. Berubah-ubahnya isi pikiran adalah hal yang wajar dan bukan alasan untuk kesal. Amati dan kembalikan secara perlahan.

caduceus

Iklan

Meditasi Diskursif Agustus 2017

Meditasi diskursif adalah salah satu teknik meditasi dalam Tradisi Misteri Barat. Tidak seperti meditasi lain yang memfokuskan pikiran pada suatu objek tertentu, dalam meditasi diskursif pikiran dibiarkan bebas bereksplorasi dalam lingkup tema tertentu. Meditasi diskursif bermanfaat untuk “mengungkap” makna yang lebih dalam dari suatu simbol atau perumpamaan. Karena meditasi ini tidak mengutak-atik aliran energi dalam tubuh, meditasi ini sangat aman untuk semua golongan; dapat dipraktikkan kapanpun dan di manapun juga.

 

tumblr_n9umypFSk71slm33xo1_1280

Phanes Protogonos, dewa pencipta alam semesta dalam mitologi Orphik.

Meditasi untuk pemula

Daun dalam kolam

“Kolamnya memang dipenuhi daun. Akan tetapi airnya jernih dan tenang.”

Meditasi sebenarnya sangat sederhana. Yang perlu dilakukan hanya:

1. Duduk dengan punggung tegak.

2. Tutup mata dan buat tubuhmu rileks.

3. Bernafas perlahan tanpa dipaksakan.

4. Perhatikan nafasmu.

5. Jika muncul pikiran atau perasaan, sadari adanya pikiran dan perasaan tersebut.

6. Ingat, rileks…

7. Bernafas dengan perlahan dan…

8. Kembali ke poin 4.

Dari poin-poin di atas, dapat disimpulkan bahwa meditasi tidak memiliki tujuan tertentu. Kita hanya memusatkan perhatian pada suatu obyek; tidak kurang dan tidak lebih. Kebanyakan orang bermeditasi dengan tujuan untuk menenangkan batin, tapi sebenarnya saat bermeditasi kita akan dihadapkan dengan pikiran-pikiran dan perasaan kita sendiri. Jika kita bermeditasi dengan target ‘mencapai ketenangan batin,’ yang terjadi justru kita akan menyadari bahwa batin kita jauh dari ‘ketenangan’ dan ‘kekosongan.’ Saat kita tahu bahwa kita tidak mencapai target, kita justru menjadi frustasi dan batin kita semakin bergejolak.

Jadi, akan lebih baik jika energi yang terbuang akibat frustasi itu digunakan untuk melatih disiplin dalam bermeditasi. Dua puluh menit setiap hari lebih baik daripada dua jam seminggu.